Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

HI craft and gift

                                                 Rp 7.000,00

                                                       Rp 5.000,00

                          Rp 6.000,00

                           Rp 5.000,00

                                                                   Rp 5.000,00

                                                             Rp 7.000,00

                                                            Rp 5.000,00
                                                                  Rp 6.000,00

                                                              Rp 7.000,00
                   open order : 0838 6672 8386

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jodoh Tidak Akan Tertukar

Pagi ini senyum itu masih menyapaku di handphone...kamu yang sudah menemaniku 3tahun belakangan ini..ya kamu..namun pagi ini banyak pikiran yang berkecamuk dalam diri ini,,keyakinan, ya!! masalah yakin dan tidak pertanyaan itu yang masih membuatku menerka-nerka 3 hari ini, semua itu karena perasaan yang terlalu kuat untuk kamu, kamu yang selalu indah di mata ku, apapun sikapmu.
"apakah kamu ragu akan aku?" tanyaku lirih
"seharusnya kamu tau apa jawaban dari pertanyaanmu sendiri"
"aku sudah berusaha keras dalam mempertahankan hubungan ini sampai detik ini,sampai jarak memisahkan kita bertahun-tahun " dengan intonasi keras
ya aku hafal betul dengan sikap kamu yang memang sedikit keras dan sudah cukup untuk tidak kuteruskan lagi kata-kata itu yang hanya akan menyakitkan hati ibu yang memang tidak tau hubungan kita tapi aku tau ibu akan merestui pada waktunya, percayalah.
Aku jenuh tiap hari diisi dengan pertengkaran kecil maupun besar, hati ini lelah untuk bersandar dan tak tau mau bersandar kemana lagi. Aku yang tak berdaya dengan kamu yang selalu ingin menjadi pemenang dan aku yang tidak boleh melawan sedikitpun.
"sudahlah aku tak akan mempermasalahkan lagi" ,mungkin kalimat itu yang sering kamu dengar dari mulutku ini karena memang aku lelah dengan semua ini
aku percaya Tuhan sudah siapkan orang yang terbaik untuk aku ataupun kamu, waktu yang akan menjawabnya. setiap pertemuan pasti ada perpisahan. bedanya tinggal bagaimana bentuk kita berpisah kelak antara aku dan kamu. aku tidak akan memikirkan jauh ke depan yang terpenting saat ini aku masih bisa melihat senyummu disetiap hariku. semoga kamu selalu mendapatkan yang terbaik dalam hidup kamu, begitupun dengan aku ^^

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Angka Penyabunan

Lipid adalah biomolekul organik yang itdak larut dalam air (hidrofobik). Fungsi lipid di dalam tubuh yaitu sebagi sumber energi, sumber bahan baku basa-basa purin dan pirimidin penyusun asam nukleat, biosintesis asan amino tertentu dan sebagainya. Lipid bisa berada dalam keadaan bebas maupun berikatan dengan makromelekul lain. Lipid yang berikatan dengan protein dissebut lipoprotein. Klasifikasi dari lipid yang umum yaitu: triasigliserol, lilin, fosfoglserida (fosfatidiletanolamin, fosfatidilkolin, fosfatidilserin, fosfatidilinositol, dan kardiolipin), spingolipida ( gangliosida, srebrosida, spingomielen), sterol dan ester asam lemak lainnya.
Lemak atau minyak adalah senyawa makromolekul berupa trigliserida, yaitu sebuah ester yang tersusun dari asam lemak dan gliserol. Jenis dan jumlah asam lemak penyusun suatu minyak atau lemak menentukan karakteristik fisik dan kimiawi minyak atau lemak. Disebut minyak apabila trigliserida tersebut berbentuk cair pada suhu kamar dan disebut lemak apabila berbentuk padat pada suhu kamar. Asam lemak berdasarkan sifat ikatan kimianya menjadi 2:
1.Asam lemak jenuh
2. Asam lemak tidak jenuh
Sebagai zat gizi, lemak atau minyak semakin baik kualitasnya jika banyak mengandung asam lemak tidak jenuh dan sebaliknya. Minyak atau lemak bersifat non polar sehingga tidak larut dalam pelarut polar seperti air dan larutan asam, tetapi larut dalam pelarut organik yang bersifat non polar seperti n-Hexane, Benzene, Chloroform, dll.
Pemilihan bahan pelarut yang paling sesuai untuk ekstraksi lipida adalah dengan menentukan derajat polaritasnya. Pada dasarnya semua bahan akan mudah larut dalam pelarut yang sama polaritasnya. Karena polaritas lipida berbeda-beda maka tidak ada bahan pelarut umum (universal) untuk semua acam lipida.
Prosedur-prosedur analisa lemak dan minyak berkembang pesat, baik yang menggunakan alat peralatan sederhana maupun yang lebih mutakhir. Kemudahan analisa tersebut dimungkinkan antara lain:
a. Molekul lemak dan minyak relatif lebih kecil dan kurang kompleks dibandingkan dengan molekul karbohidrat dan protein.
b. Molekul-molekul lemak dan minyak dapat disintesakan di laboratorium menurut kebutuhan, sedangkan molekul protein dan karbohidrat yang kompleks, misalnya lignin belum dapat.
Hidrolisis lemak netral dalam air sangat lambat , tetapi dapat dipercepat dengan meningkatkan konsentrasi H+ atau OH-. Hidrolisis lemak netral oleh basa kuat seperti KOH dan NaOH disebut penyabunan, ion-ion karboksilat yang terbentuk dengan adanya kation akan menjadi sabun. Banyaknya miligram KOH yang dipakai untuk menyabunkan 1 gram lemak secara sempurna disebut angka penyabunan. Angka penyabunan dapat digunakan untuk menentukan berat moekul dari suatu lemak atau minyak. Kandungan asam lemak yang tinggi dapat berpengaruh terhadap rendahnya angka penyabunan
Penentuan angka penyabunan berbeda dengan penentuan kadar lemak, sampel yang dipergunakan untuk penentuan angka penyabunan adalah margarine. Penentuan bilangan penyabunan ini dapat dipergunakan untuk mengetahui sifat minyak dan lemak. Pengujian sifat ini dipergunakan untuk membedakan lemak yang satu dengan yang lainnya. Selain untuk mengetahui sifat fisik lemak atau minyak, angka penyabunan juga dapat dipergunakan untuk menentukan berat molekul minyak dan lemak secara kasar.
Apabila sampel yang akan diuji disabunkan dengan larutan KOH berlebih dalam alkohol, maka KOH akan bereaksi dengan trigliserida, yaitu tiga molekul KOH bereaksi dengan satu molekul minyak atau lemak. Larutan alkali yang tertinggal tersebut kemudian ditentukan dengan titrasi dengan menggunakan asam, sehingga jumlah alkali yang turut
bereaksi dapat diketahui. Pelarut yang dipergunakan untuk melarutkan KOH adalah Alkohol, penambahan alkohol dimaksudkan untuk melarutkan asam lemak hasil hidrolisis agar dapat membantu mempermudah reaksi dengan basa dalam pembentukan sabun. Kesalahan yang timbul pada saat titrasi adalah penentuan titik akhir, kesalahan ini disebabkan karena perubahan warna yang seharusnya yerjadi adalah dari coklat pekat, kemudian kuning, lalu berubah menjadi putih pucat. Perubahan warna dari kuning ke putih tersebut tidak terlalu kontras dan menyebabkan titik akhir sulit ditentukan. Untuk mengetahui hasil pengujian tersebut benar atau tidak, maka perlu dibandingkan dengan titrasi blanko.

DAFTAR PUSTAKA
http://cheryblitz.wordpress.com/2011/12/13/bilangan-saponifikasi-angka-penyabunan/

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ANALISA KADAR BORAK



Salah satu cara dalam penentuan kadar larutan asam basa adalah dengan melalui proses titrasi asidi-alkalimetri. Cara ini cukup menguntungkan karena pelaksanaannya mudah dan cepat, ketelitian dan ketepatannya juga cukup tinggi.
Titrasi asidi-alkalimetri dibagi menjadi dua bagian besar yaitu asidimetri dan alkalimetri. Asidimetri adalah titrasi dengan menggunakan larutan standar asam untuk menentukan basa. Asam-asam yang biasanya dipergunakan adalah HCl, asam cuka, asam oksalat, asam borat. Sedangkan alkalimetri merupakan kebalikan dari asidimetri yaitu titrasi yang menggunakan larutan standar basa untuk menentukan asam.
Selain dalam air,reaksi asam basa juga dapat berlangsung dalam pelarut non air. Sebenarnya pemeriksaan ini agak baru dalam pemeriksaan kimia, tetapi untuk pemakaiannya kini digunakan untuk senyawa organik maupun anorganik,sesungguhnya dalam titrasi bebas air ini juga berlangsung reaksi netralisasi.
Walaupun cara ini terhitung baru namun para analis telah merasakan betapa cara ini memiliki beberapa keuntungan diantaranya untuk senyawa yang tidak dapat larut dalam air,dapat larut dalam air, dapat larut dalam pereaksi yang mudah didapat dan dikenal. Sehingga untuk menentukan kadarnya tidak kesulitan dalam mencari pelarut yang lain untuk melarutkannya. Keuntungan lain dengan pemakaian metode ini adalah karena dalam percobaan digunakan pelarut non air seperti asam asetat glacial, pelarut ini memiliki kekuatan asam basa yang sangat kuat.
Pada percobaan ini adalah penentuan kadar dengan metode asidi-alkalimetri menggunakan indikator phenopthalein dan metil jingga, hal ini dilakukan karena jika meggunakan indikator yang lain, adanya kemungkinan trayek pH-nya jauh dari titik ekuivalen.
 Dalam bidang farmasi, asidi-alkalimetri dapat digunakan untuk menentukan kadar suatu obat dengan teliti karena dengan titrasi ini, penyimpangan titik ekivalen lebih kecil sehingga lebih mudah untuk mengetahui titik akhir titrasinya yang ditandai dengan suatu perubahan warna, begitu pula dengan waktu yang digunakan seefisien mungkin.

Prinsip Percobaan

·     Asidimetri :
Penetapan kadar Na2CO3 dan Na2B4O7 berdasarkan reaksi netralisasi dengan menggunakan metode asidimetri dan menggunakan larutan baku HCl sebagai titran dan dengan penambahan indikator metil merah, dimana titik akhir titrasi ditandai dengan perubahan warna dari merah muda menjadi kuning.
 
Reaksi penetralan asam basa dapat digunakan untuk menentukan kadar larutan asam atau larutan basa. Dalam hal ini  sejumlah tertentu larutan asam ditetesi dengan larutan basa, atausebaliknya sampai mencapai titik ekuivalen (asam dn basa tepat habis bereaksi). Jika molaritas salah satu larutan (asam atau basa) diketahui, maka molaritas larutan yang satu lagi dapat ditentukan.
Jika larutan asam ditetesi dengan larutan basa maka pH larutan akan naik, sebaliknya jika larutan basa ditetesi dengan larutan asam maka pH larutan akan turun. Grafik yang menyatakan perubahan pH pada penetesan asam dengan basa atau sebaliknya disebut kurva titrasi. Kurva titrasi berbetuk S, yang pada ttik tengahnya merupakan titik ekuivalen.(3)
Titirasi asam-basa merupakan cara yang tepat dan mudah untuk menentukan jumlah senyawa-senyawa yang bersifat asam dan basa. Kebanyakan asam dan basa organik dan organik dapat dititrasi dalam larutan berair, tetapi sebagian senyawa itu terutama senyawa organik tidak larut dalam  air. Namun demikian umumnya senyawa organik dapat larut dalam pelarut organik, karena itu senyawa organik itu dapat ditentukan dengan titrasi asam basa dalam pelarut inert. Untuk menentukan asam digunakan larutan baku asam kuat misalnya HCl, sedangkan untuk menentuan basa digunakan larutan basakuat misalnya NaOH. Tiik akhir titrasi biasanya ditetapkan dengan bantuan perubahan indikator asam basa yang sesuai atau dengan bantuan peralatan seperti potensiometri, spektrofotometer, konduktometer.(4)
Titrasi asam basa dapat memberikan titik akhir yang cukup tajam dan untuk itu digunakan pengamatan dengan indikator bila pH pada titik ekuivalen 4-10. Demikian juga titik akhir titrasi akan tajam pada titirasi asam atau basa lemah, jika penitrasian adalah basa atau asam kuat dengan perbandingan tetapan disosiasi asam lebih besar dari 10­4 .pH berubah secara drastis bila volume titrannya. Pada reaksi asam basa, proton ditransfer dari satu molekul ke molekul lain. Dalam air proton biasnya tersolvasi sebagai H30. Reaksi asam basa bersifat reversibel. Temperatur mempengaruhi titrasi asam basa, pH dan perubahan warna indikator tergantung secara tidak langsung pada temperatur.(5)
Titrasi asam basa sering disebut asidi-alkalimetri, sedang untuk titrasi pengukuran lain-lain sering dipakai akhiran-ometri mengggantikan –imertri. Kata metri berasal dari bahasa yunani yang berarti ilmu proses seni mengukur. I dan O dalam hubungan mengukur sama saja, yaitu dengan atau dari (with atau off). Akhiran I berasal dari kata latin dan O berasal dari kata Yunani. Jadi asidimetri dapat diartikan pengukuran jumlah asam ataupun pengukuran dengan asam (yang diukur dalam jumlah basa atau garam).(6)
Pada kedua jenis titrasi diatas, dipergunakan indikator yang sejenis yaitu fenolftalein (PP) dan metil orange (MO). Hal tersebut dilakukan karena jika menggunkan indikator yang lain, misalnya TB, MG atau yang lain, maka trayek pHnya sangat jauh dari ekuivalen(6).s
Titrasi bebas air adalah suatu titrasi yang tidak menggunakan air sebagai pelarut, tetapi digunakan pelarut organic.Seperti diketahui dengan menggunakan pelarut air, asam atau basa dapat dititrasi dengan basa atau asam baku lain, seperti halnya asam-asaam organic atau alakaloida-alkaloida,cara titrasi dalam lingkungan air tidak dapat dilakukan, karena di samping sukar larut dalam air,juga kurang reaktif dalam air.(5)
Pelarut yang digunakan dalam titrasi lingkungsn bebas air dapat dibagi menjadi dua golongan :
a. Pelarut protolitis
Atau disebut pelarut inert, proto-proton tidak tidak memberi atau menerima, misalnya benzen, nitrobenzene, klorobenzen, dan kloroform.
b. Pelarut amfiprotolitis
Pelarut ini dapat menerima atau memberi proton.Dengan demikian dapat bersifat sebagai suatu asam atau basa.     

II.2. Uraian bahan
  1. Asam Borat (1 : 49)
Nama resmi               :  Acidum boricum
Nama lain                   :  Asam borat
RM/BM                       :  H3BO3 /61,83
Pemerian                  :  Serbuk hablur,putih,atau sisik mengkilap, tidak                                                  berwarna, kasar, tidak berbau, rasa agak asam, dan pahit kemudian manis
Kelarutan                  :   Larut dalam 20 bagian air,dalam 3 bagian air mendidih, dalam 16 bagian etanol (95%) P dan dalam 3 bagian gliserol
Penyimpanan           :   Dalam wadah tertutup baik
Kandungan               :   Mengandung tidak kurang dari 99,5% H3BO3
Khasiat                       :   Antiseptikum ekstern
Kegunaan                 :   Sebagai sampel
    2.        Natrium karbonat (1:400)
Nama resmi               :  Natrii carbonas
Nama lain                  :  Natrium karbonat
RM/BM                       :  Na2C03 /124,00
Pemerian                 : Bentuk batang, butiran, massa hablur, kering, keras, rapuh, dan  menunjukkan susunan  hablur, putih, mudah meleleh, basah, sangat alkalis, dan korosif
Kelarutan                  :  Sangat mudah larut dalam air dan etanol
Penyimpanan           :   Dalam wadah tertutup baik
Kandungan               :  Mengandung tidak kurang dari 99,0% dan tidak lebih dari 120,0% dari jumlah yang tertera pada etiket
Khasiat                      :  Zat tambahan, keratolikum
Kegunaan                 :  Sebagai sampel


  1. Natrium tetraborat  (1: 427)
Nama resmi              :  Natrii tetraboras
            Nama lain                 :  Natrium tetraborat
RM/BM                      :  Na2B4O7/381,37
Pemerian                 :  Hablur  transparan, tidak berwarna atau serbuk hablur putih, tidak berbau, rasa asin dan basa. Dalam udara kering merapuh
Kelarutan                 :  Larut dalam 20 bagian air, dalam 0,6 bagian air  mendidih, dan dalam lebih kurang 1 bagian gliserol,  praktis tidak larut dalam etanol (95%) P
Penyimpanan           :   Dalam wadah tertutup baik
Kandungan              :  Tidak kurang dari 99,0% dan tidak lebih dari 105,0% Na2B4O7.10 H2O
Khasiat                      :  Antiseptikum ekstern
Kegunaan                 :  Sebagai sampel
    4.        Gliserol (1: 271)
Nama resmi               :  Glycerolum
Nama lain                  :  Gliserol/Gliserin
RM/BM                       :  C3H8O3 /92,10
Pemerian                 : Cairan seperti sirop, jernih, tidak berwarna, tidak berbau, manis diikuti rasa hangat, higroskopis
            Kelarutan                :  Dapat campur dengan air dan dengan etanol  (95%) P, praktis tidak larut dalam kloroform P, dalam eter P, dan dalam minyak lemak
Penyimpanan           :  Dalam wadah tertutup baik
Kandungan              :  -
Khasiat                      :  Zat tambahan
Kegunaan                 :  Sebagai sampel

  1. Asam klorida (1: 649)
Nama resmi               :  Acidum hydrochloridum
Nama lain                  :  Asam klorida
RM/BM                       :  HCl
Kandungan              :  -
Pemerian                  : Cairan tidak berwarna, berasap, bau merangsang,  jika diencerkan bau dan asap menghilang.
Kelarutan                  :  -
Penyimpanan           :   Dalam wadah tertutup rapat.
Khasiat                      :  -
Kegunaan                 :   Sebagai zat tambahan
    6.        Diphenydramin HCl (1: 228)
Nama resmi               :  Diphenydramini hydrochloridum 
Nama lain                  :  Difenidramina hidroklorida
RM/BM                       :  C17H21NO.HCl/291,82
Pemerian                   :  Serbuk hablur putih, tidak berbau, rasa pahit disertai rasa tebal
Kelarutan                 :  Mudah larut dalam air dalam etanol (95%) P dan dalam  kloroform P, sangat sukar larut dalam eter P, agak sukar larut dalam aseton P.
Penyimpanan          :  Dalam wadah tertutup baik,terlindung dari cahaya.
Kandungan              :  Mengandung tidak kurang dari 98,0% C17
H21NO.HCl, dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan.
Khasiat                      :   Antihistanikum
Kegunaan                 :  Sebagai sampel
  1. Air suling (1: 96)
Nama resmi               :  Aqua destillata
Nama lain                  :  Air suling, aquadest
RM/BM                       :  H2O/18,02
Pemerian                 :  Cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak mempunyai rasa.
Kelarutan                  :  -
Penyimpanan           :   Dalam wadah tertutup baik
Kandungan              :  -
Khasiat                      :  -
Kegunaan                 :  Sebagai pelarut
  1. Fenolftalein (1: 675)
            Nama resmi               :  Phenolftalein
Nama lain                  :  Fenolftalein
RM/BM                       :  C20H14O4/318,32
Rumus bangun        :  


                                           
Pemerian                 : Serbuk hablur putih, putih atau kekuningan, larut dalam etanol, agak sukar larut dalam eter
Kelarutan                  :   Sukar larut dalam air, larut dalam etanol (95%) P
Penyimpanan           :   Dalam wadah tertutup baik.
Kandungan              :  -
Khasiat                      :  -
Kegunaan                 :  Sebagai larutan indikator. 

  1. Indikator metil merah (1:703)
Nama resmi               :  Tropoelin/ Heliatin
Nama lain                  :  Metil merah
RM/BM                       :  C14H14N3NaO3S/327,33
Pemerian                   :  Serbuk jingga kekuningan
Kelarutan                  :   Mudah larut dalam air panas, sukar larut dalam air dingin, sangat sukar larut dalam etanol
Penyimpanan           :  Dalam wadah tertutup baik
Kandungan              :  -
Khasiat                      :   -
Kegunaan                 :  Sebagai indikator asam basa
  1. Natrium hidroksida (1:412)
Nama resmi               :  Natrii hydroxydum
Nama lain                  :  Natrium hidroksida
RM/BM                       :  NaOH/40,00
Pemerian                  : Bentuk batang, butiran, massa hablur atau keping, kering, rapuh dan mudah meleleh basah. Sangat alkalis dan korosif. Segera menyerap CO2
Kelarutan                  :  Sangat mudah larut dalam air dan etanol (95%) .
Penyimpanan           :   Dalam wadah tertutup baik
Kandungan              :   Mengandung tidak kurang dari 97,5% alkali jumlah dihitung sebagai NaOH dan tidak lebih dari 2,5% Na2CO3
Khasiat                      :   -
Kegunaan                 :   Sebagai zat tambaha
  1. Asam asetilsalisilat (1: 43)
Nama resmi               :  Acidum acetylsalicylicum
Nama lain                  :  Asam asetilsalisilat (asetosal)
RM/BM                       :  C9H8O4/180,16
Rumus bangun         :         
                                                                        COOH                                                                                   
                                                                                   OCOCH3
Pemerian                      :  Hablur tidak berwarna atau serbuk hablur putih, tidak berbau atau  hampir tak berbau, rasa asam
Kelarutan                  :   Agak sukar larut dalam air, mudah larut dalam etanol(95%) P, larut dalam kloroform P dan dalam eter P
Penyimpanan           :   Dalam wadah tertutup baik
Kandungan              :  Mengandung tidak kurang dari 99,5% C9H8O4, dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan
Khasiat                      :   Analgetivum, anti piretikum
Kegunaan                 :   Sebagai sampel
 12.        Coffenium/kofeina (1: 175)
Nama resmi               :  Coffenium
Nama lain                  :  Kofeina
RM/BM                       : C8H10N4O2/194,19
Pemerian                   :  Serbuk hablur bentuk jarum, mengkilat, biasanya menggumpal, putih, tidak berbau, rasa pahit
Kelarutan                  :  Agak sukar larut, larut dalam air dan dalam etanol (95%) P, mudah larut dalam kloroform P, sukar larut dalam eter P
Penyimpanan           :   Dalam wadah tertutup baik.
Kandungan             :  Mengandung tidak kurang dari 98,0% dan tidak lebih dari 101,0%  C8H10N4O2, dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan.
Khasiat                      :   Stimulan saraf pusat, kardiotonikum
Kegunaan                 :   Sebagai sampel
 13.        Kalium biftalat (1: 686)
Nama resmi               :   Kalium hidrogenftalat 
Nama lain                  :   Kalium biftalat
RM/BM                       :   CO2.C6H4.CO2K/204,2
Pemerian                   :  Serbuk hablur, putih tidak berwarna
Kelarutan                  :  Larut perlahan-lahan dalam air, larutan jernih
Penyimpanan           :   Dalam wadah tertutup baik
                                    Kandungan                   :   Mengandung tidak kurang dari 99,9% dan tidak lebih dari 1001,0% C8H5KO4 , dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan
Khasiat                      :   -
Kegunaan                 :  Sebagai baku primer
 14.        Amonium bromida (1: 87)
Nama resmi               :  Ammonii bromidum
Nama lain                  :  Amonium bromida
RM/BM                       :  NH4Br/97,96
Pemerian                 :  Hablur atau serbuik hablur, tidak berwarna sampai putih kekuningan lemah, tidak berbau, higroskopis
Kelarutan                  :  Larut dalam 1,3  bagian air dan dalam 12 bagian etanol (95%) P
Penyimpanan           :  Dalam wadah tertutup baik.
Kandungan              :  Mengandung tidak kurang dari 99,0% NH4Br, dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan
Khasiat                      :  Sedativum
Kegunaan                 :  Sebagai sampel
 15.        Asam perklorat ( 1: 651)
            Nama resmi           :  Asam perklorat
Nama lain                :  Perchlorit acid
RM/BM                     :  HClO4 / 100,5
Pemerian                 :  Cairan jernih tak berwarna
Kelarutan                :  Bercampur dengan air.
Penyimpanan          :  Dalam wadah tertutup baik.
Kandungan              : -
Khasiat                    :  Zat tambahan
Kegunaan               :  Sebagai larutan baku
Penyimpanan         :  Dalam wadah tertutup baik

 16.        Kristal violet (3: 698)
             Nama resmi     : Gertian violet            
             Nama lain                 : Kristal violet     
RM/BM                       : C25H30ClN3 / 408
             Pemerian                    : Hablur berwarna hijau tua.
Kelarutan             : Sukar larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol (95%) P. Larutannya berwarna lembayung tua.
Kandungan                 :  -
Khasiat                        : Zat tambahan
Kegunaan                   :  Sebagai indikator
Penyimpanan              : Dalam wadah tertutup baik


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS